Selasa, 15 Desember 2009

MOCI TEGAL

Lagu wajibe wong Tegal ; tangi turu moci, sore moci, mangkat turu moci, lek-lekan moci .... Moci nasgitel : (panas legi kentel) poci gula batu ... dikancani mendoan - sambel kecap karo pisang goreng ... pancen laka-laka ... !

Jarene dokter, wong sing kerep moci (maksude ngeteh) untune kuat ... ora gampang kropos ?

Tapi angger mangane ora apikan piben ?

Senin, 05 Oktober 2009

SAUTO TEGAL

Panganan khas Tegal kiye jenenge sauto, sauto Tegal. Ujude pancen mirip soto umume, bedane, sauto Tegal ditambahi tauco, mugane jenenge suato. Mangan sauto bisa nggo' lontong, bisa nggo' sega. Tambahi sambel kecap sing pedes, dijamin maknyus !!!

Mangan sauto Tegal sing enak akeh nggone. Sing perek, mburine pos polisi alun-alun atawa pasar senggol. Mangan sauto enak maning sambi mangan tahu goreng karo kerupuk, wis pokoke mertua liwat ora katon ! Ana maning nggone nyoto sing enak perek pagongan. Tapi pokoke pada enake.

Piben, aja nggole duit terus. Ndang balik terus nyoto ! Nyoto, est teh manis karo tahu aci goreng, enak nemen sung ... !

Jumat, 17 April 2009

HUT TEGAL, 12 APRIL

Tidak lama berselang dari hajatan besar pemilu nasional, Kota Tegal merayakan hari jadinya yang ke-429 th pada hari Minggu, 12 April 2009. Tidak ada kegiatan yang terlalu heboh sehubungan dengan hari jadi Tegal kali ini. Seharusnya, dengan pemimpinnya yang baru, yang katanya orang Tegal asli, idealnya, hari jadi Tegal dirayakan dengan kegiatan yang lebih berarti, lebih besar, lebih bermanfaat, lebih menyenangkan seluruh warganya, dst. Artinya, hari jadi Tegal dengan pemimpin barunya ini, seharusnya bisa menjadi momentum besar untuk mengawali pembangunan Kota Tegal.

PELANTIKAN WALKOTA TEGAL

Senin, 16 Maret 2009, pasangan Walikota & Wakilkota Tegal hasil pemilihan langsung pertama dilantik. Sepanjang sejarah, mungkin baru pertama kali inilah Tegal dipimpin oleh duet kalangan sipil, non angakatan atau kepolisian.

Ikmal Jaya, Walikota Tegal, adalah almuni SMA Negeri 1 Tegal angkatan 1988-1991, sebelumnya lebih dikenal sebagai pengusaha. Tak pelak, Ikmal menjadi walikota termuda yang pernah dimiliki Tegal selama ini. Sementara Habib, wakil walikota Tegal, lebih dikenal sebagai seorang ulama sekaligus pembimbing dan penyelenggara haji di Kota Tegal dengan anggota pengajian yang sangat banyak.

Terlepas dari pro dan kontra perjalanan pasangan ini menuju kursi G-1, setidaknya ada hal positif dari keberhasilan keduanya. Bagaimanapun, untuk yang pertama kalinya pula, Kota Tegal dipimpin oleh pasangan pemimpin yang notabene warga Tegal asli. Selebihnya, mari kita tunggu kiprah keduanya.